Medium ahok4

sumber foto : liputan6.com


Pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Warasa ternyata dilakukan Ahok dalam rangka mencegah mengalihfungsikan tanah tersebut menjadi Mall baru di Jakarta. Selain itu, Ahok juga berniat membangun rumah sakit kanker yang jumlah penderitanya kian banyak di Jakarta, sementara Rumah Sakit yang ada sangat minim.

Namun niat Ahok hendak membangun Rumah Sakit jantung dan kanker di Jakarta rupanya belum dapat berjalan mulus. Rencana ini terancam oleh rekomendasi BPK untuk melepas kembali lahan Rumah Sakit yang sudah dibeli Pemprov DKI tersebut. Meski demikian, Ahok secara tegas menolak rekomendasi BPK yang dinilainya ibarat buah simalakama.

Kawasan RS Sumber Waras yang mejadi pemicu sengketa Ahok vs BPK tersebut, semula hendak dibeli oleh PT. Ciputra Karya Utama (PT. CKU). PT. CKU hendak mengubah lahan fasilitas kesehatah tersebut untuk dijadikan pusat perbelanjaan dan kawasan komersial. Namun Ahok justru menolak mengeluarkan izin untuk alih fungsi lahan tersebut. “PT. CKU kan mau mengubah Sumber Waras menjadi kawasan komersial. Mereka mengajukan izin ke DKI, tetapi saya tolak karena lokasi tersebut bukan untuk komersial” papar Ahok pada majalah Tempo (30/11).

Menurut Ahok, saat ini DKI Jakarta sedang kekurangan RS, terutama setelah diberlakukannya program BPJS Kesehatan. Sehingga, tidak seharusnya mengalih fungsi lahan yang semula untuk pelayanan public menjadi area komersil. “DKI sedang kekurangan rumah sakit, ini kok malah meminta alih lahan jadi kawasan komersial” tandas pria 49 tahun ini.

Dengan ditolaknya izin pengalihan lahan oleh Ahok, secara otomatis perjanjian pembelian antara PT. CKU dengan pihak Sumber Waras batal. Sebagai gantinya, Pemprov DKI menawarkan membeli sebagian lahan RS tersebut untuk dibangun RS kanker dan jantung.

Sebelumnya, Ahok mengaku sempat didatangi beberapa perawat dari RS. Sumber Waras yang meminta tolong karena rumah sakit tempat mereka bekerja akan bangkrut. "Untuk menghindari kebangkrutan, Pemprov membantu RS dengan membeli lahannya," kata Ahok.

Melebarnya kisruh BPK vs Ahok terkait lahan Sumber Waras bermula dari temuan kemahalan harga lahan yang oleh BPK dinilai tidak sesuai NJOP. Pasalnya, BPK menilai harga tanah senilai Rp.20,7 juta/m2 yang dibeli Pemprov DKI itu terlalu mahal.


Sumber : Majalah Tempo (30/11)