Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies Philips J Vermonte mengatakan, komunitas relawan Teman Ahok merupakan eksperimen politik yang bagus sebagai wujud dukungan konkret pemilih sebelum pemilihan kepala daerah.


"Tidak gampang memberikan dukungan konkret sebelum pemilu dalam wujud menyerahkan KTP untuk memastikan dukungan," kata Philips dalam acara rilis hasil survei pra-pilkada DKI Jakarta oleh CSIS di Gedung Pakarti Centre, Jakarta, Senin (25/1).

Survei pra-pilkada DKI Jakarta oleh CSIS tersebut memasukkan Teman Ahok sebagai salah satu elemen risetnya.

Menurut riset tersebut, tingkat pengenalan masyarakat terhadap gerakan Teman Ahok masih minim karena 78,5 persen responden mengaku tidak mengetahui komunitas tersebut.

Kemudian, hanya 11,25 persen responden saja yang mengaku pernah menyerahkan kartu tanda penduduk sebagai bentuk dukungan pencalonan Ahok sebagai calon gubernur Jakarta jalur independen. Sebanyak 84 persen menjawab tidak pernah menyerahkan KTP dan 4,75 persen tidak menjawab.

"Ini semacam tambahan dukungan, bahwa hanya dengan 11,25 persen sudah ada dukungan untuk Ahok sekian persen nantinya. Ini masih bisa lebih diintensifkan," ucap Philips.

Sementara itu, peneliti Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Arya Fernandes menyebutkan bahwa Teman Ahok merupakan implementasi ide politik baru yang berkembang menjadi sebuah gerakan sukarelawan cukup besar. "Menunjukkan bahwa basis loyalitas pemilih Ahok sudah ada," kata dia.

Arya menjelaskan pula bahwa keberadaan Teman Ahok yang sudah bergerak memberikan dukungan kongkrit kepada satu calon akan menyulitkan manuver politik dari pesaing potensial Ahok di pilgub nanti.

Teman Ahok adalah sebuah perkumpulan relawan yang didirikan dengan tujuan untuk membantu Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama menjadi calon gubernur independen pada pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta pada 2017.

Juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, mengatakan gencarnya manuver politik parpol berpotensi menjebak Ahok. "Pak Ahok didukung rakyat, terbukti dari pengumpulan KTP yang sudah melebihi syarat minimal pencalonan independen. Sebagai teman, kami tidak mau Pak Ahok sampai terjebak dengan permainan politik parpol" kata Amalia usai bertemu dengan Ahok pada Senin (25/1) siang seperti dikutip dari situs resmi Teman Ahok.

Komunitas relawan tersebut telah mampu mengumpulkan lebih dari 600 ribu kartu tanda penduduk dari 1 juta yang menjadi target untuk dikumpulkan.