Teman Ahok menegaskan bahwa pengumpulan KTP untuk Ahok dengan menggunakan formulir Teman Ahok tidak perlu ditempeli Materai. Teman Ahok menilai, perihal materai ini adalah informasi simpang siur yang berangkat dari pernyataan KPUD yang kemudian disalahpahami oleh relawan dan dimanfaatkan untuk mempersusah pengumpulan KTP.

Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas menyampaikan bahwa  Teman Ahok sebelumnya telah berkoordinasi dengan KPUD, jauh sebelum dimulainya pengumpulan KTP. “Materai ini disalah artikan. Memang KPUD menjelaskan Materai memang nanti harus digunakan saat  proses pendaftaran ke KPU. Materai tersebut ditempelkan di Form KWK-B1”,  jelasnya.

Namun yang diisi masyarakat saat ini, sambung Lia, bukan merupakan Form KWK-B1. “Form KWK B-1 itu bukan form yang sekarang. KWK B-1 itu nantinya berisi rekapitulasi siapa saja yang mengumpulkan KTP, dikelompokkan per wilayah. Jadi hanya satu Formulir KWK B-1 per kelurahan. Dan itu nanti yang akan membuat adalah Teman Ahok, dan yang menandatangani form tersebut juga bukan yang memberi KTP, tapi kandidatnya, yaitu Pak Ahok dan Pak Heru.” Amalia menjelaskan.

Terkait tudingan lawan politik Ahok, Amalia enggan menanggapi terlalu jauh. “Itu biasa untuk menyerang kita. Jika sejuta KTP kali materai enam ribu ya sampai 6 Milyar. Tapi kan sebenarnya Cuma 247 Materai total nanti, tak sampai dua juta rupiah.” jelasnya. “Andai sampai 6 Miliar begitu hanya untuk materai, berarti aturannya yang tidak benar. Jauh-jauh hari pasti sudah kita gugat.” Amalia menutup.