Hari ini (9/8/16), markas Teman Ahok kedatangan tamu dari Kedutaan Besar Norwegia, Mr. Henning Johansen sebagai Political Counsellor, dan Bang Adhitya Maas sebagai Political Advisor. Keduanya datang untuk berdiskusi tentang pandangan Teman Ahok mengenai pilkada Jakarta yang akan datang. Selain itu, diskusi juga banyak membahas tentang bagaimana Teman Ahok berhasil mengumpulkan demikian banyak dukungan untuk calon dari golongan minoritas.

Sebagai analis politik Asean, Mr. Henning merasa dukungan masyarakat terhadap individu dari golongan minoritas masih terbilang mustahil. Beliau mengamati kuatnya pengaruh golongan radikal terhadap situasi politik di Indonesia, dan ia bertanya kemungkinan terjadinya kerusuhan jika pilkada DKI dimenangkan Ahok.

“Kami rasa tidak akan sejauh itu, karena kami percaya bahwa warga Jakarta semakin kritis melihat kebenaran sehingga tidak lagi mempan dipecah-belah dengan isu SARA. Kalaupun ada paling-paling hanya segelintir orang, dan itu tidak mencerminkan ajaran dari agama tertentu” jawab Amalia Ayuningtyas, juru bicara Teman Ahok.

Teman Ahok juga memaparkan optimismenya kepada Mr. Henning dan Bang Aditya, karena dukungan untuk Ahok bukan hanya datang dari masyarakat tapi juga dari partai politik. “Pengumpulan KTP ini menjadi poin penting bahwa warga Jakarta sudah berpikiran terbuka. Suara rakyat Jakarta ini pada akhirnya didukung juga oleh beberapa parpol tanpa harus membebani Ahok dengan hutang politik yang besar” kata Amalia.

Pada akhir sesi diskusi, Mr. Henning berharap kedepannya semua bentuk intoleransi semakin berkurang di Jakarta. Ia pun mengatakan selama ini selalu merasa aman tinggal di Jakarta dan berharap Jakarta akan lebih baik lagi kedepannya dengan cara berpikir masyarakat yang semakin maju. Diskusi bersama Mr. Henning dan Bang Aditya berlangsung selama satu jam lebih, dan ditutup dengan foto bersama.

Pada kesempatan terpisah, Amalia mengaku senang jika Teman Ahok mendapat perhatian luas hingga ke negara lain. “Semoga ini bisa menjadi pertanda baik untuk demokrasi kita kedepannya” tutup Amalia tersenyum.