Menjelang masuknya tahapan Pilkada ke kampanye akhir oktober ini, Teman Ahok merasa perlu mempersiapkan diri dengan bekal pengetahuan terhadap aturan etika dan pembiayaan kampanye. Selasa lalu (11/10), Teman Ahok mendatangi kantor KPUD DKI Jakarta di Jalan Salemba Raya, untuk belajar dan berkonsultasi tentang hal tersebut.

“Sebagai relawan terdaftar untuk Ahok-Djarot, kita wajib mengetahui aturan secara detail. Hak-hak kita apa yang boleh dan apa yang tidak, pelaporan keuangan, kita harus tegaskan dari awal. Untuk itu kita konsultasi dan belajar dari KPU langsung.” jelas Amalia Ayuningtyas, Juru Bicara Teman Ahok.

Pertemuan dimulai dengan diskusi mengenai creative fund raising untuk pembiayaan kampanye. Beberapa kali tim dari KPUD DKI kewalahan menjawab pertanyaan dari Teman Ahok karena regulasi yang ada belum banyak mengatur bentuk kampanye kreatif. “Mungkin teman-teman KPU Pusat masih berpikir konvensional gitu. Bahwa kebanyakan dana (kampanye) berasal dari calon” ujar Sumarno. “KPU Pusat belum terpikir bahwa ada temen-teman komunitas yang kreatif seperti ini” lanjutnya sambil tertawa.

Meski demikian, Sumarno mengatakan bahwa bentuk kreativitas dalam kampanye harus dikembangkan. Bahkan beliau menegaskan, KPUD DKI tidak ingin mematikan kreativitas pihak manapun dalam berkampanye. “Kreativitas seperti kalian ini bagaimanapun harus dikembangkan. Kami juga tidak ingin mematikan kreativitas kalian. Namun, saya tetap harus mengingatkan teman-teman untuk berhati-hati jangan sampai terjebak pada pelanggaran” kata Sumarno.

Dalam pertemuan tersebut, juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas menyampaikan rasa senangnya atas keterbukaan pihak KPUD DKI untuk menerima konsultasi. Amalia mengaku banyak memperoleh masukan dari pihak KPUD DKI. “Kita merasa bapak-ibu di KPUD DKI sangat akomodatif. Memang ada beberapa regulasi yang belum mempertimbangkan konsep fund raising maupun kampanye kreatif seperti yang digagas Teman Ahok. Untuk itu temen-temen KPUD juga minta kita untuk berkonsultasi dengan Bawaslu secepatnya” ujar Amalia.