Dibalik sisi positifnya media sosial yang memberi kemudahan berkomunikasi, ada beberapa oknum yang menyebarkan informasi bohong demi merusak kerukunan masyarakat. Banyak orang-orang berpendidikan tinggi juga ikut menyebarkan HOAX pula sehingga menyebabkan media sosial menjadi tempat yang tidak sehat dalam berinteraksi.

1.      Tanpa sikap kritis, Sharing is Killing

Ini cara yang paling mudah untuk memutus tali peredaran berita-berita hoax.  Memang betul sharing is caring  Tapi kalo berbagi berita yang belum jelas kebenarannya sama artinya kita telah membantu mempromosikan sebuah berita yang mungkin saja berisikan hal-hal yang sifatnya ungkapan kebencian, subyektif dan provokatif.  Penting untuk Kritis sebelum membagikan sebuah berita, karena tanpanya Sharing is killing.

2.      Netizen juga manusia.

Ini adalah hal paling dasar tapi kebanyakan kita selalu lupa, apalagi kalau kita sedang asik-asiknya twitwar atau mungkin sedang asik berdebat serius di facebook dengan teman lama yang sudah jarang ketemu.  INGAT!  Bahwasanya semua pengguna sosial media adalah manusia, ya setidaknya sampai nanti ditemukan sosial media khusus binatang atau tumbuhan.  Jadi jangan pernah katakan sesuatu secara online yang  tidak akan pernah kalian katakan jika bertatap muka.  Satu hal lagi, memilih menjadi anonim tidak menjadikan kamu kebal hukum, jadilah anonim yang bertanggung jawab.

 3.      Membagikan tanpa permisi = Mencuri!

 Ya, mendistribusikan atau membagikan suatu konten tanpa meminta izin terlebih dahulu dari pemiliknya merupakan pencurian dan dapat dilaporkan oleh sang pemilik konten.  Kita harus menghargai jerih payah dari sang pembuat konten yang telah mengeluarkan energi atau mungkin uang yang tidak sedikit untuk membuat suatu konten sehingga bisa dinikmati. 

 4.      Menjadikan Internet sebagai tempat terbaik untuk belajar

 Daripada sibuk membagi cerita fitnah atau mengikuti sensasi artis dari si akun IG itu, gunakan waktu kamu di Internet sebagai tempat untuk belajar apapun, ya apapun! Mulai dari belajar desain hingga membuat kue semuanya bisa kamu pelajari dari Internet atau mungkin mau belajar membuat gerakan seperti Teman Ahok? Semua bisa didapatkan di Internet. Yuk mulai gunakan kuota untuk hal yang baik.

 5.      Provokator nggak usah ditanggepin.

 Jika ada sosial media di ladang,  disana Provokator menumpang mandi ya hampir diseluruh sosial media yang ada sekarang, pasti ada provokator disana.  Namanya juga Provokator, tugas mereka cuma satu, menyulut kebencian.  

Tapi sebenarnya nih ya cara menghadapi para provokator-provokator ini gampang kok, Provokator ga perlu ditanggapin samsek.  Lebih baik manfaatkan waktu yang kamu punya dengan bergaul dan bercengkerama dengan teman, keluarga, pacar atau siapapun itu, selama wujudnya nyata dan bisa kamu rasakan kehadirannya.  Dengan begitu kamu terhindar dari gangguan-gangguan tidak penting dari si provokator dan tentunya akan membuat media sosial kamu memiliki nuansa yang positif juga.