Sudah datang ke TPS, tapi nggak bisa nyoblos. Sangat mungkin kamu alami kalau kamu kurang memperhatikan beberapa hal berikut ini: 

1.    Tidak Terdaftar di DPT

DPT penting untuk kamu perhatikan sebelum nyoblos. Cek nama kamu sekarang juga, apakah kamu dan keluarga sudah terdaftar di DPT. Mumpung DPT belum ditetapkan, kamu bisa cek nama kamu di DPS langsung melalui Kantor Kelurahan setempat, atau dengan klik link ini.

Tips: Kalau kamu sudah terlanjur tidak terdaftar di DPT pada hari H, tapi kamu punya KTP DKI Jakarta, masih ada kemungkinan kamu bisa mencoblos dengan menunjukkan surat keterangan (suket) dari Disdukcapil setempat. Keterangan lebih lengkap, kamu bisa klik link ini.


2.    Salah Lokasi TPS

Salah lokasi TPS juga bisa bikin kamu nggak jadi nyoblos loh. Apalagi kalau salah lokasinya berjarak cukup jauh. Ini mungkin terjadi kalau domisili dan alamat KTP kamu berbeda. Nah makanya penting untuk mencermati lokasi TPS kamu sebelum memilih. Nggak mau kan sudah cape-cape datang ke TPS, ternyata malah salah lokasi dan nggak keburu untuk mendatangi lokasi TPS yang benar. 

Tips: Dari beberapa hari sebelum pencoblosan, pastikan dimana lokasi TPS kamu. Lokasi TPS tergantung alamat yang tertera di KTP Jakarta kamu. Nah kamu bisa klik link ini untuk memastikan di TPS mana nama kamu bisa terdaftar.

 

3.    Pindah TPS, Tapi Lupa Bawa Form A5 Pada Hari-H

Kamu bisa mengajukan pindah TPS kalau domisili dan alamat KTP kamu berbeda. Cara pindah TPS adalah dengan mengurus proses pindah pemilih menggunakan form A5.

Form A5 bisa kamu dapatkan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kelurahan yang terdaftar di KTP, hanya dengan menunjukkan KTP DKI kepada petugas. Petugas PPS akan memberi kamu form A5, yang nanti harus kamu bawa dan tunjukkan ke PPS di lokasi PPS yang kamu inginkan. Nah, form A5 ini wajib kamu bawa untuk bisa mencoblos. Jangan sampai ketinggalan apalagi hilang.

Tips: Kalau kamu mengurus perpindahan TPS, jaga form A5 kamu baik-baik ya, dan jangan lupa dibawa saat hari pencoblosan. Kamu bisa baca berita terkait disini atau disini.

 

4.    Ada Ancaman Dari Lingkungan

Panasnya situasi politik mungkin bisa membuat beberapa pihak berselisih paham. Beberapa pengalaman warga juga menceritakan bahwa ia dihalang-halangi untuk memilih oleh orang terdekat karena diketahui mendukung paslon tertentu. Bahkan ada lho yang meminta bukti foto surat suara pas di TPS, untuk memastikan paslon yang dipilih harus sama dengan kehendak mereka.

Belakangan bahkan juga ada gerakan “tamasya” ke TPS untuk menekan psikologis pemilih paslon tertentu. Wah wah..

Tips: Jika memungkinkan, tekanan yang mungkin datang dari kelompok yang ingin memaksakan pilihannya tidak usah dihiraukan. Hal yang penting diingat adalah, siapapun berhak memilih pasangan calon manapun tanpa tekanan, dan kebebasan memilih dilindungi konstitusi. Jika terdapat ancaman yang mungkin membahayakan keselamatan, kamu bisa laporkan oknum tersebut pada pihak berwajib.

 

5.    Kehabisan Surat Suara

Kehabisan surat suara mungkin terjadi terutama pada pemilih yang namanya belum terdaftar di DPT, sehingga masuk dalam DPTb. Hal ini banyak terjadi pada Pilkada DKI putaran pertama, dimana pemilih DPTb tidak bisa memilih karena kehabisan surat suara.

Tips: Pemilih yang rawan kehabisan surat suara adalah pemilih DPTb. Maka, sebelum masuk dalam DPTb, pastikan kamu sudah terdaftar di DPT. Untuk memastikan nama kamu dan keluarga sudah terdaftar di DPT, kamu bisa mengakses sidalih.kpu.go.id dan masukkan NIK KTP. Saat ini, DPT putaran kedua belum dipastikan, jadi apabila nama kamu tidak terdaftar di DPT putaran pertama, jangan lupa daftarkan diri ke PPS setempat.

Jika kamu tetap kehabisan surat suara di hari pencoblosan, laporkan kejadian tersebut pada saksi yang berjaga di TPS.

Nah demikian hal-hal yang mungkin menghambat kamu memilih meski sudah datang ke TPS. Kamu bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan tersebut dari sekarang.

Yuk, jadi pemilih cerdas dan rasional.