Linimasa media sosial diramaikan oleh screen capture cuitan yang mengatasnamakan juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas. Dalam gambar yang beredar, akun @amaliaayuningts seolah mengatakan bahwa relawan Teman Ahok pasrah apabila Ahok dipenjara, karena sudah terlalu banyak membuat masalah. Padahal, Amalia tidak pernah membuat pernyataan demikian. Bahkan pada tanggal tersebut, Amalia tidak sempat bermain twitter. “Hari itu nggak ada ngetwit. Jelas itu editan, namanya aja salah,” ujar Amalia saat dikonfirmasi.


Memang terdapat beberapa kejanggalan pada screencapture twitter tersebut. Pertama, ejaan nama lengkap Amalia salah. Nama asli yang tertulis di Amalia adalah Amalia Ayuningtyas, sementara pada screencapture palsu tertulis Amalya Ayuningtyas. Kedua, saat Teman Ahok mencoba memeriksa gambar tersebut di imageedited.com, ditemukan perbedaan antara contoh screen capture asli dengan yang palsu.

Pada contoh screencapture asli, tidak ditemukan indikasi file diedit. Sementara pada screencapture palsu, piksel gambar dinyatakan hanya cocok dengan aplikasi editor. Selain itu, pada contoh screencapture asli, tidak terdapat indikasi 'kemungkinan sumber gambar.' Artinya gambar tersebut tidak melalui proses editing dari aplikasi tertentu. Sementara pada screencapture palsu, tertera beberapa kemungkinan sumber gambar yang dibuat dari aplikasi tertentu.


Tidak Hanya Satu Kali

Penyebaran berita palsu ini bukan hanya satu kali. Sebelumnya, Amalia juga pernah difitnah melepas jilbab. Padahal foto yang dikira Amalia tanpa jilbab adalah orang foto lain. Bahkan, Amalia pernah difitnah sebagai anggota gereja yang menyamar dengan memakai kerudung sebagai symbol identitas agama islam.

Menanggapi hal ini, Amalia mengimbau pendukung kedua cagub untuk tidak terpancing fitnah dan tidak ikut menyebar berita bohong. Ia prihatin dengan pembusukan berdasarkan fitnah yang dialami kedua belah pihak. “Seperti kata pak Ahok, jangan membodohi warga hanya karena Pilkada. Kita bisa hentikan penyebaran fitnah yang memecah belah ini jika mau membuka hati dan pikiran sebagai warga yang rasional,” tutupnya.