Tidak terasa hari ini tepat DUA tahun kita berjuang bareng demi Jakarta. DUA Tahun bukan waktu yang singkat. Banyak pelajaran yang kita rasakan bersama selama turut mewarnai panggung politik Jakarta. Berikut adalah sekelumit perjalanan kami selama satu tahun belakangan :


1.      Ahok Maju Lewat Jalur Partai

Di tanggal 27 Jui 2016 lalu, Basuki T. Purnama (BTP) akhirnya menentukan jalur pencalonan dalam Pilkada DKI 2017, melalui partai politik bersama dengan tiga partai pendukung Golkar, Nasdem dan Hanura di secretariat Teman Ahok .Momen ini bersusulan dengan terkumpulnya 1 Juta KTP dukungan pak Ahok maju lewat jalur Independen. Namun Teman Ahok menyatakan ada kesepakatan bahwa, kami mempunyai tujuan yang sama, dan tak mempermasalahkan jalur. Demi kepentingan masyarakat Jakarta, Teman Ahok sadar harus menepikan ego demi keberhasilan warga Jakarta.


2.      Fundraising Dana Kampanye : Gala Dinner

Ide mengumpulkan dana lewat gala dinner bersama Ahok dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 2016. Ide ini muncul karena terinspirasi dari cerita pak Ahok saat diundang pada acara Gala Dinner salah satu kandidat Capres Amerika Serikat, Barrack Obama. Di acara Gala Dinner ini Teman Ahok menjual tiket dengan beragam harga dari yang termurah Rp 1.000.000,- hingga yang paling mahal Rp 75.000.000,- (sesuai batas sumbangan maksimal yang ditetapkan KPUD)  Pada Desember, misalnya, tercatat 13 acara penggalangan dana. Tempatnya beragam, dari hotel, restoran, rumah hingga aula. Dana yang dihasilkan dari acara Gala Dinner ini nantinya disumbangkan ke rekening Timses Ahok-Djarot.

 

3.      IVLP

Pada  31 Oktober – 18 November 2016 lalu, Amalia Ayuningtyas mewakili Teman Ahok terpilih bersama 5 pegiat demokrasi dari Indonesia untuk mengikuti IVLP (International Visitor Leadership Program) ke Amerika. Program IVLP ini diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri Amerika. IVLP 2016 memiliki tema Political Activism, Community Organizing, Lobbying and Campaigns. Para peserta mendapat pelatihan mengenai proses demokrasi di US dan berkesempatan melihat langsung proses Pemilu Presiden AS 2016.

 

4.      Kanvasing

Teman Ahok percaya bahwa dukungan masyarakat terhadap kandidat harus diorganisir. Oleh karena itu, Teman Ahok melakukan kampanye dengan metode door to door atau yang dinamakan Kanvasing baik di putaran pertama maupun putaran kedua. Melalui Kanvasing, Teman Ahok tidak hanya mengkampanyekan program Ahok-Djarot secara personal kepada warga tetapi juga mendata masyarakat yang belum merasakan manfaat program pemprov DKI yang sedang berjalan seperti KJP (Kartu Jakarta Pintar) dan KIS (Kartu Indonesia Sehat). Harapannya, kebermanfaatan pemprov DKI kedepan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Melalui Kanvasing selama putaran 1 dan 2, Teman Ahok berhasil mengumpulkan hampir 700rb data.

 

5.      Event-Event Kreatif di Putaran ke-2

Kampanye Pilkada DKI 2017 lalu disesaki dengan banyaknya ujaran kebencian dan sentiment SARA. Teman Ahok melihat hal ini sebagai ancaman bagi proses berdemokrasi dalam sebuah Pilkada, atas dasar itulah Teman Ahok menggagas Event-Event Kreatif  di berbagai titik di seluruh Jakarta. Dari mulai senam pagi bersama, Lomba memancing, lomba memasak, lomba olahraga, penampilan kesenian hingga acara Doa bersama antar warga. Semua ini kami lakukan karena kami lihat proses demokrasi ini haruslah dirayakan dengan suka cita, tanpa ujaran kebencian yang justru akan menimbulkan perpecahan di antara warga asarakat.

 

6.      Memenangkan Gugatan Judicial Review di MK

Pada tanggal 14 Juni 2017 lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) memenangkan gugatan Judicial Review (JR) Teman Ahok bersama dengan Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI), Perkumpulan Kebangkitan Indonesia Baru (KIB), serta 2 pemohon individu. hasil putusan JR dari pasal Pilkada untuk calon perserangan ini, dikabulkan sebagian oleh Mahkamah Konstitusi. Jadi pasal 41 sudah tidak lagi harus mengikuti data yang ada di DPT dan DP4 termutakhir, melainkan yang sudah mempunyai hak pilih boleh ikut mendukung calon perseorangan. Hal ini tentu membawa angin segara bagi proses berdemokrasi di Indonesia karena langkah calon Independen yang akan maju di Pilkada, semakin mudah. Hasil JR ini juga berdampak positif bagi para pemilih pemula yang akhirnya punya hak dalam menentukan calon yang mereka dukung.

 

Teman Ahok pastinya masih akan hadir sebagai organisasi politik yang mendukung setiap calon terbaik yang punya prinsip memajukan daerahnya dengan mengusung semangat yang sama. Bahwa kita mendukung nilai dan prinsip bahwa seorang pejabat harus punya mental yang melayani, dan politisi seharusnya punya prinsip transparansi. #DuaTahunTemanAhok

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena banyak yang masih mendukung perjuangan teman Ahok hingga saat ini di kancah perpolitikan Indonesia.  Dan kami masih membutuhkan kalian untuk bersama-sama menjaga semangat ini.