Medium 99488 large

Kemacetan yang sudah menjadi makanan sehari-hari warga Jakarta, belakangan terasa semakin parah. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui bahwa pada masa pemerintahannya jalanan ibu kota negara ini bakal bertambah macet, lantaran pembangunan yang sedang berlangsung. Ahok pun menyatakan siap menghadapi segala bentuk kritik, dan bahkan cacian.

Meningkatnya kemacetan di Jakarta memang dipicu oleh sejumlah proyek pembangunan infrastruktur. Saat ini, ada empat proyek infrastruktur yang membutuhkan penyelesaian tepat waktu. Mulai dari pembangunan jalur kereta ringan atau light rail transit (LRT), pengeboran terowongan mass rapid transit (MRT), penyelesaian tiga jalur layang bus Transjakarta, sampai pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota.

Dengan populasi kendaraan saat ini mencapai 17 juta, jika didiamkan Jakarta akan mengalami puncak kemacetan pada 2022. Sebab itu, perlu keberanian untuk segera membangun jalur transportasi massal. Tanpa transportasi massal, sebanyak apa pun pembangunan jalan, kemacetan tak akan terurai.

Ahok bisa saja mencari jalan aman, dengan tidak membangun infrastruktur sekaligus pada masa pemerintahannya. Jika mau memilih cara ini, Ahok jelas tidak akan banyak menuai keluhan masyarakat. Banyak pemimpin Jakarta sebelumnya memilih cara aman tersebut. Sebab, pembangunan tersebut bisa menjadi malapetaka bagi jabatan politis, lantaran masyarakat menyalahkan mereka sebagai biang pembuat kemacetan parah.

Sang gubernur sadar pembangunan bakal memakan waktu cukup lama. Bahkan, saat pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada awal 2017 nanti, ibu kota negara ini mungkin sedang berada dalam puncak macet. "Masyarakat caci maki dan nggak pilih saya itu risiko. Sesudahnya, masyarakat akan bilang untung ada gubernur gila. Itu patokannya," kata Ahok, seperti dilansir portal berita www.sindonews.com, awal Oktober 2015.

Ahok pun meminta maaf, karena konsekuensi dari pembangunan infrastruktur transportasi massal di Jakarta saat ini pasti membuat makin macet. "Mohon maaf, Jakarta akan tambah macet sampai 2018. Kami pastikan pembangunan transportasi massal dikerjakan habis-habisan," kata Ahok, dalam sambutan acara Jalan Sehat 'Melawan Pikun' World Alzheimer’s Month, di Monas, Jakarta, akhir September lalu. Semoga masyarakat yang sadar dan paham manfaat pembangunan tersebut akan memaafkannya. (Aim)

---------------------------------------------------------

Artikel ini juga tersdia di Koran Jakarta Kini, bisa dibaca di temanahok.com/koran