Medium unnamed

5 PERNYATAAN HAJI LULUNG TERHADAP AHOK

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Haji Lulu­ng) selama setahun belakangan ini, menyisakan pernyataan-pernyataan menarik untuk disimak. Haji Lulung yang merupakan partner Ahok di Jakarta, acap kali melontarkan pernyataan-pernyataan seru ketika bersitegang dengan Ahok. Berikut 5 Pernyataan Lulung ke Ahok;

1.    "Gubernur ngamuk cing, enggak pantes gubernur kayak gitu!"

Pernyataan ini muncul saat mediasi antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan DPRD DKI di kantor Kemendagri membahas APBD 2015. Mediasi ini berlangsung panas dan berakhir deadlock. Ahok sempat marah lalu memilih meninggalkan ruangan karena salah satu anggota DPRD DKI mengeluarkan kata kasar ke Ahok. Lulung yang juga hadir dalam pertemuan itu merasa tersinggung dengan Ahok yang marah-marah. “Gubernur ngamuk cing. Enggak pantes gubernur kayak gitu,” ujar Lulung seperti dikutip merdeka.com (5/3/2015).

2.    "Ahok Mestinya Jadi Tersangka!"

Kisruh APBD DKI yang berujung pada ditemukannya penyelewengan anggaran dalam pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS), sempat membuat Ahok dan Lulung bersitegang. Memanasnya hubungan kedua tokoh itu berawal saat Ahok diperiksa oleh Bareskrim sebagai saksi. Lulung beranggapan, seharusnya yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan UPS dalam APBD Perubahan DKI Jakarta tahun anggaran 2014, adalah Ahok. "Menurut saya, mestinya Ahok jadi tersangka. Ahok itu tidak pernah memberantas korupsi, karena korupsi ada di eksekutif," kata Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta seperti dikutip merdeka.com (30/7/2015). Padahal tidak lama kemudian, Lulung pun turut diperiksa Bareskrim untuk dimintai keterangan dalam kasus ini.

Berita terakhir menyebutkan, Bareskrim Polri menetapkan dua anggota dewan sebagai tersangka kasus UPS ini. Keduanya adalah anggota DPRD Fraksi Hanura Fahmi Zulfikar, dan Muhammad Firmansyah, mantan anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Demokrat.
Keduanya sama-sama menjabat anggota DPRD DKI periode 2009-2014. Menurut penyidik, Fahmi dan Firmansyah diduga melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama saat masih menjabat di Komisi E pada tahun anggaran 2014. 

3.    "Gue kagak pernah bilang Ahok gila. Sama sekali enggak pernah. Bilang minta dia supaya diperiksa kejiwaannya, iya!"

Konfrontasi beberapa anggota DPRD DKI dengan Ahok dalam kisruh APBD DKI, sempat membuat Lulung geram. Lulung bahkan diberitakan sampai mengatakan bahwa Ahok gila. Namun Wakil Ketua DPRD DKI ini menepis dan menolak pernah mengatakan hal seperti itu. Lulung mengaku hanya pernah meminta Ahok untuk memeriksakan kesehatan jiwanya. “Gue kagak pernah bilang Ahok gila. Sama sekali enggak pernah. Bilang minta dia supaya diperiksa kejiwaannya, iya,” kata Lulung seperti dikutip kompas.com, Jumat (27/3/2015). Konfrontasi ini berujung pada niatan DPRD DKI mengeluarkan Hak Angket kepada Ahok. Namun akhirnya niatan ini urung dilakukan, karena banyak fraksi di DPRD DKI yang mencabut dukungannya untuk Hak Angket ini.

4.    "Saya enggak mau komentari Ahok lagi yah. Kalau soal pernyataan Ahok tanya yang lain, jangan Gue"

Lelah karena sering dikonfrontasi dengan Ahok oleh media, Lulung mengaku tidak ingin menanggapi pernyataan-pernyataan dari Ahok lagi. Lulung tak mau lagi banyak bicara dan berseteru dengan Ahok. "Saya enggak mau komentari Ahok lagi yah. Kalau soal pernyataan Ahok tanya yang lain, jangan gue,” kata Lulung seperti dikutip merdeka.com (13/5/2015). Lulung menambahkan, dirinya enggan diadu-adu lagi dengan Ahok. “Aku nggak mau diadu-adu lagi sama Ahok," kata Haji Lulung, di Kompleks Mabes Polri dikutip viva.co.id (21/9/2015).

5.    "Ahok bertaubatlah jangan bikin masalah terus!"

Dua bulan puasa mengomentari Ahok, Lulung kembali bersuara. Ia menanggapi perseteruan Ahok dengan DPRD Bekasi dan PT Godang Tua Jaya (pengelola) dalam kasus wanprestasi pengelolaan sampah di Bantargebang. Lulung mengkritik Ahok sekaligus meminta Ahok bertaubat dan tidak membuat masalah lagi. "Ahok bertaubatlah jangan bikin masalah terus. Benar kan saya ngomong, semua orang diajakin berantem, taubatlah, sekarang bayangin (sampah) ditaruh di Monas," ujar Lulung dikutip merdeka.com (3/11/2015).

Mendengar komentar Lulung, Ahok menanggapi dengan santai. Ahok justru menagih janji Lulung yang  tidak mau mengomentari pernyataannya lagi. “Yang enggak mau komentar kan Lulung. Kok dia sudah janji enggak mau komentarin Ahok sekarang komentar lagi sih? Baru 2 bulan puasanya. Aduh,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2015).