Medium 629780 09272330102015 efdinal bpk dki

Efdinal, Kepala BPK DKI Jakarta. Sumber : rmoljakarta.com

Tendensi konflik kepentingan dalam kisruh audit lahan Sumber Waras mulai terungkap. Berdasarkan hasil investigasi Majalah Tempo (30/11), terdapat korespondensi kepala BPK DKI Jakarta, Efdinal, yang berusaha menjual tanah di wilayah komplek TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Sebelumnya, Enam kali sudah Efdinal menawarkan  tanah seluas 9.618 m2  tersebut pada pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Pemakaman sejak 2008, namun selalu ditolak. Upaya ini dilakukan Efdinal semenjak masih menjabat sebagai Kepala BPK Banten, dan berlanjut setelah ia dipindahkan menjadi Kepala BPK DKI Jakarta pada 2014.

Image: Dokumen yang mengungkap motif audit Sumber Waras seperti yang diungkap dalam Majalah Tempo (30-6/11).

Setelah enam kali ditolak oleh Pemprov DKI perihal penjualan lahan Pondok Kelapa, Efdinal, pada 2014 mengancam akan mempublikasikan audit Sumber Waras sebagai temuan terindikasi korupsi jika Pemprov DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Ahok tidak kunjung membeli lahan miliknya. Seperti dikutip dari Majalah Tempo, Ahok mengaku ada tekanan dari oknum BPK terhadap salah satu kepala dinasnya. “Ada cerita oknum BPK meminta sesuatu sebagai syarat agar audit Sumber Waras tidak naik” papar Ahok.

Meski demikian, Ahok melalui Kepala Inspektorat Lasro Marbun saat itu, justru menantang Efdinal untuk mempublikasi hasil audit tersebut dan tetap menolak membeli tahah TPU Pondok Kelapa. “Toh pemerintah DKI benar” katanya, seperti dikutip dari tempo.co.

Seperti diketahui sebelumnya, sengketa audit lahan Sumber Waras yang menyeret nama Gubernur Basuki Tjahaja Purnama ini bermula dari temuan kerugian daerah yang mencapai 191 milyar oleh BPK. BPK menilai, lahan yang dibeli Pemprov DKI senilai Rp.20,7 juta/m2 tersebut terlalu mahal dan tidak sesuai dengan NJOP yang menurut BPK seharusnya seharga Rp.7 juta/m2. Konflik ini terus bergulir dan ditengarai telah ditunggangi oleh banyak pihak demi kepentingan politik.

Sumber: tempo.co, Majalah Tempo (30-6/11), kompas.com