Tingginya antusiasme masyarakat terhadap merchandise Teman Ahok menyebabkan terjadinya kelangkaan persediaan barang. Hal ini mengakibatkan banyak warga yang kecewa karena tidak kunjung memperoleh merchandise yang dikehendaki meski telah menunggu atau memesan lama. Kelangkaan ini diakui oleh juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, karena pemodalan merchandise menggunakan sistem crowdfunding.

“Alhamdulillah karena tingginya antusiasme warga, penjualan merchandise kita laku keras” kata Amalia. “Saat ini kita sudah maksimalkan pengadaan barang, tapi setiap hari juga selalu habis. Ini karena sistem kita kan crowdfunding” tambahnya.

Sistem pendanaan crowdfunding adalah langkah yang  dipilih untuk mendanai gerakan Teman Ahok. Hal ini dilakukan  untuk menghindari donasi dana tunai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sekaligus menjaga gerakan tetap transparan. Dari modal bersama sebagai modal pertama, merchandise Teman Ahok awalnya diproduksi dalam jumlah kecil. “Jumlah produksi ini terus bertambah seiring dengan jumlah keuntungan bersih yang semakin besar meski sudah dipotong kebutuhan operasional gerakan. Sehingga produksi merchandise Teman Ahok memang memakan waktu supaya oplahnya besar, tidak bisa dilakukan langsung secara besar-besaran” papar Amalia.

Karena keterbatasan produksi tersebut, Amalia mengajukan permohonan maaf pada warga yang merasa dikecewakan. Amalia berharap, langkanya persediaan merchandise ini tidak sampai menyurutkan animo masyarakat dalam mendanai gerakan Teman Ahok melalui pembelian merchandise. “Kami meminta maaf kepaa semua warga yang dikecewakan. Namun kelangkaan ini jangan sampai membuat warga tidak jadi membeli” ucapnya.

Selain itu, Amalia juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli merchandise yang megatasnamakan Teman Ahok. Karena belakangan banyak kaos yang mengatasnamakan Teman Ahok dan dukungan untuk Teman Ahok, padahal dijual bebas hanya untuk keperluan komersil. “Kita sih nggak masalah kalau ada pihak yang memanfaatkan momentum ini untuk berbisnis. Tapi kita sekedar mengingatkan bahwa penjualan kaos diluar merchandise resmi Teman Ahok itu tidak berkontribusi untuk gerakan.

Amalia menegaskan kekhawatirannya pada pembohongan publik yang mungkin terjadi dari beredarnya merchandise yang mengatasnamakan Teman Ahok. “Jadi jangan sampai ada teman-teman yang membeli dengan niat nyumbang atau crowdfunding karena penjualan mengatasnamakan dukungan terhadap Teman Ahok, tapi ternyata niatnya nggak tersampaikan.” jelasnya. “Merchandise resmi Teman Ahok hanya bisa dibeli lewat online dan posko-posko, dan butuh kesabaran” tutupnya tersenyum.