Warga Kepulauan Seribu mengaku tidak mau ambil pusing dengan tudingan “kurang beriman” yang sempat diberitakan disampaikan pada persidangan Ahok, Selasa (3/01) lalu. Abdi Yaman (21 tahun), salah satu warga menjawab tudingan tersebut dengan tersenyum, “Pak Ahok itu pimpinan DKI, bukan pemimpin agama. Lagipula yang bisa mengukur keimanan kita ya Allah SWT, bukan manusia.”  ucapnya.

Abdi  merupakan salah satu warga Kepulauan Seribu yang hari ini (05/01) mendatangi Markas Timses Ahok di Jalan Lembang, Jakpus untuk dukungannya secara langsung kepada Ahok. Sebagai warga yang tinggal di tempat kejadian perkara penistaan agama, para warga ini mengaku bingung saat Ahok dituduhkan menistakan agama. "Warga Pulau Seribu bingung dimana penistaan agamanya? Pernyataan yang mana?" kata Abdi.

Kalau Ahok benar menista agama, kata Abdi, warga kepulauan seribu pasti ikut turun tangan membela agama. Namun tidak ada warga yang mendengar langsung yang ikut menuntut atau  melaporkan Ahok ke polisi terkait kasus ini. "Kalau Ahok menistakan agama, sudah dibacok dia. Disana 99 persen beragama Islam, kan enggak mungkin kalau enggak ngerti agama," ujarnya.

Abdi  justru menilai polemik penistaan agama ini tak lebih dari merupakan politisasi menjelang pilkada. “Ini bukan soal agama” katanya. “Ini pure (murni) persoalan politik, bahkan memang dicari-cari kesalahan pak Ahok ini” lanjutnya berpendapat.

Sosok Ahok, kata Abdi, merupakan  figur yang dikagumi di Kepulauan Seribu. Ahok dinilai sebagai pemipin yang tegas, bersih dan mampu merealisasikan programnya, termasuk di Kepualauan Seribu. Ia mencontohkan daerah tempat ia tinggal selama berkuliah biasanya selalu terkena banjir. “Sekarang sudah tidak ada banjir sama sekali” katanya.