Hari ini, Senin (09/01/17), Ahok mengunjungi pesantren Soko Tunggal Gus Nuril di daerah Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pada kesempatan tersebut, KH Nurul Arifin atau akrab disapa Gus Nuril, mengisyaratkan dukungannya terhadap Ahok. “Kami ini di kalangan keluarga besar Tebu Ireng maupun pesantren se-Indonesia ini menyampaikan ada sahabatnya Gus Dur yang perlu didukung” kata Gus Nuril dalam sambutannya.

Gus Nuril mengapresiasi kedatangan Ahok kali ini. Menurutnya, kunjungan ini menggugurkan tuduhan miring yang mengatakan bahwa Ahok tidak menghargai ulama. "Jadi ini terima kasih sekali, panjenengan menghilangkan stigma tidak menghargai ulama. Ini menghapus stigma Mas Ahok tidak menghargai ulama," kata Gus Nuril.

Pertemuan ini merupakan kali pertama antara Ahok dan Gus Nuril. Dalam pertemuan tersebut, Gus Nuril menyampaikan keragaman sikap politik jamaahnya di pesantren. Menurut Gus Nuril, ada jamaahnya yang merupakan pendukung pasangan Agus-Sylvi, ada juga yang mendukung Anies-Sandi. "Nah ini (jamaah) di sini yang teriak Alhamdulillah-nya kencang ini timsesnya Mas Ahok ini," kelakar Gus Nuril sambil tertawa.

Gus Nuril juga menyampaikan sikapnya yang berkaitan dengan pentingnya menjaga solidaritas bernegara, terlepas agama apapun yang dianut. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang berlandaskan Pancasila, bukan negara teokrasi. “Agama boleh beda dan ini negara berdasarkan UUD 45 dan Pancasila bukan negara teokrasi maka hukumnya bukan hukum Islam” tegas Gus Nuril.

Pertemuan berlangsung lebih dari satu jam. Ahok sendiri sudah tiba di lokasi pesantren sejak pukul sepuluh pagi dan disambut sajian sarapan lontong sayur. Gus Nuril yang pagi ini mengenakan gamis coklat menyambut rombongan Ahok seraya memberikan cinderamata topi khas Bali. “Sebagai tanda cinta, ini saya kasih topi ini spesial saya beli di Bali” ujarnya.