Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjanjikan Kartu Jakarta Lansia (KJL) bagi warga lansia yang membutuhkan. Program ini dijanjikan Ahok melihat tingginya angka lanjut usia berpenghasilan rendah, dan berasal dari keluarga tidak mampu. Menurut Ahok, KJL akan diutamakan bagi lansia berpenghasilan 2 juta rupiah atau kurang.

Data yang ia peroleh dari Dasa Wisma DKI menunjukkan, setidaknya ada 12 ribu lansia berpenghasilan dibawah 2 juta rupiah, dan kurang lebih 50 ribu lansia berpenghasilan dibawah 3 juta rupiah perbulan. “Kita sudah punya data, tapi kan tiap tahun nambah (jumlah lansia). Ada juga yang sakit lebih cepat," kata Ahok seperti dikutip dari detik.com, Senin (20/3/2017).

Selain lansia berpenghasilan rendah atau tidak berpenghasilan, KJL juga akan disalurkan pada lansia dengan keluarga yang tidak mampu. “Iya, dan yang anak cucunya nggak mampu memelihara dia (lansia),” ujar Ahok. Wacananya, bagi lansia yang tinggal bersama cucu yang menerima Kartu Jakarta Pintar, penyaluran dana KJL bisa ditumpangkan pada KJP cucunya. Untuk itu, KJP akan dievaluasi lagi nantinya agar bisa menumpangkan pembiayaan lansia. "Kalau dia tinggal bersama anak dan cucunya yang KJP, dia bisa numpang sama cucunya dan anaknya. Makanya KJP nanti kita akan evaluasi," kata Ahok.

Penggunaan KJL nantinya juga akan sama dengan KJP. Lansia yang menerima KJL tidak bisa menarik tunai uang di rekeningnya. Namun KJL bisa digunakan untuk pembelian apa saja secara debit. Menurut Ahok, hal ini selain memudahkan Pemprov memantau peruntukan dana KJL, juga akan meminimalisir penyalah gunaan dana. "Tetap gesek, nggak boleh tarik tunai. Kita takut diambil tunai dari anaknya atau oknum. Harus gesek supaya kita tahu dia beli apa," tutup Ahok.